Home | Profil Desa Seliling

Profil Desa Seliling

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Desa Seliling | Sejarah Desa Seliling – Desa seliling merupakan desa yang berlokasi di kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah.

Desa ini berjarak sekitar 5 km dari kota Kebumen, tepatnya dari arah Kota Kebumen lokasinya ke arah timur sekitar 4 km lalu belok ke arah utara sekitar 1km.

Dari arah barat, Desa Seliling berbatasan dengan Karang Kembang dan Kambangsari, dari arah selatan berbatasan dengan Desa Surotrunan, dan dari arah utara berbatasan langsung dengan Desa Sawangan.

Sejarah Desa Seliling

Desa Seliling merupakan peleburan dua desa yaitu kragapitan dan jiwanalan, masing-masing desa tersebut dipimpin oleh lurah San Pawira di kragapitan dan lurah Dana Wijaya di jiwanalan, kedua pemimpin desa tersebut mempunyai gagasan mendatangkan ulama untuk mengajar ilmu agama.

Ada beberapa alasan mengapa kedua desa tersebut melebur menjadi satu yang pertama adalah kedua desa tersebut hanya mempunyai satu ulama kemudian yang kedua karena serangan kolonial belanda.

Asal usul Desa Seliling yaitu pada zaman Belanda ada seorang pelarian dari mataram, setelah melakukan perjalanan yang panjang sampailah disuatu tempat karena capek (kesel) kemudian beristirahat sambil mengingat (ngeling-eling) tempat-tempat yang disinggahi, dari kosakata jawa inilah kemudian desa tersebut dinamakan Desa Seliling,

Desa Seliling mengalami 9 kali pergantian kepala desa antara lain :

  1. Bapak. Dana Wijaya
  2. Bapak. Atma
  3. Bapak. Ahmad Khaeroji
  4. Bapak. Suheri, BA
  5. Bapak. Sutoyo, S.sos
  6. Bapak. Pardikun
  7. Bapak. Mohamad Anas
  8. Bapak. Endo Yuga Raharja (2014 – 2019)
  9. Muhammad Anas (2019-2024)

Potensi Wisata

Desa Seliling memiliki beberapa potensi wisata yang sebenarnya sangat potensial, namun sayangnya hingga kini, pengelolaanya kurang maksimal sehingga belum terlalu dikenal oleh masyarakat, baik di wilayah Kebumen, apalagi wisatawan dari luar Kebumen.

Kedung Dawa

Istilah Kedung Dawa merupakan istilah bahasa Jawa yang berarti Kedung atau Sungai Panjang. Kedung Dawa ini memiliki keindahan yang sangat memukau. Selain karena masih begitu alami dan di kelilingi oleh hutan, tapi di sini memiliki keunikan karena terdapat lobang-lobang bebatuan yang setiap lobang batu memiliki kedalaman yang berbeda-beda.

Kedalaman di setiap lobang batunya ada yang mencapai hingga kedalaman 3 meter. Bahkan menurut warga setempat, dahulunya ada sebuah lobang batu yang kedalaman hingga 5 meter lebih, itupun karena lobang-lobang batu tersebut sudah tertimbun bebatuan.

Walau di sini air terjunya tidak terlalu tinggi, namun karena memiliki banyak aliran airnya dari bawah hingga teratas, maka terlihat sangat indah dan memukau.

Untuk mereka yang ingin mandi disini juga bisa memilih lokasinya, dari yang tidak dalam untuk anak-anak, ada juga yang dalam. Hal ini tercipta secara alamiah dan hanya tinggal memilih sendiri lokasinya.

Untuk mencapai lokasi ini berlokasi di Pedukuhan Dukuh, Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah.

Silahkan anda bisa menggunakan Google Map untuk menuju ke lokasi wisata yang masih alamiah ini.

Pager Suru

Pager Suru ini sebenarnya hanya sebuah perbukitan yang lokasinya ada di pedukuhan Beji, sekaligus berbatasan langsung dengan desa Kambangsari.

Pager Suru ini merupakan sebuah puncak bukit yang diatasnya terdiri dari tiga puncak, dimana dari ketiga puncak dimiliki oleh 3 desa.

Puncak paling sebelah timur berlokasi di pedukuhan Beji Seliling berbatasan dengan Desa Kambangsari, Puncak kedua (tengah) berlokasi di desa Kambangsari berbatasan dengan desa Karang Kembang, dan yang ketiga berlokasi di desa Karang Kembang.

Dari ketiga puncak tersebut, yang paling ramai dikunjungi yaitu yang puncak paling timur, yang berlokasi di pedukuhan Beji Seliling Alian. Hal ini dikarenakan disini ada sebuah makam misterius yang tidak ada yang tahu sejarahnya makam siapa.

Namun warga penduduk sekitar meyakini dan menyebutnya sebagai makam Mbah Singa. Disebut sebagai makam mbah singa, dikarenakan berdasarkan cerita masyarakat yang beredar, disebut mbah Singa karena makam tersebut adalah makam orang sakti yang bisa mengubah dirinya jadi seekor singa. Cerita yang lain disebut Mbah Singa karena di makam tersebut dulunya sering muncul terlihat ada penampakan Singa yang diduga penjelmaan dari Mbah Singa.

Selain memiliki cerita mistis, Pager Suru dahulu dijadikan tujuan wisata dikarenakan di bukit ini banyak sekali berbagai macam tanaman buah yang bisa dipetik hanya dengan meminta kepada para pemilik lahan.

Buah yang saat itu mudah ditemukan disini diantaranya berbagai jenis buah mangga langka, yang saat ini sudah nyaris tak ada regenesainya, dan dianggap sebagai Mangga Asli Pager Suru karena tidak ditemukan di daerah lain. Buah Mangga asli sini yang dikenal sangat manis saat itu diberi nama Mangga Sengir, Mangga Kopyor, Mangga Susu, dan yang lainya. Tidak hanya buah Mangga saja, disini dulu juga ada buah monyet, nanas, dan yang lainya, termasuk kelapa muda.

Wisata Batik

Koleksi Batik Tulis Kebumen | gambar: Facebook Teguh (pengrajin batik)

Di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Solo, Pekalongan, yang sudah dikenal dengan produk batiknya, di kota-kota tersebut, aktivitas para pengrajin batik tulis sudah menjadi tujuan wisata. Hal tersebut dikarenakan batik tulis memang memiliki nilai sejarah yang sangat panjang, sehingga bisa jadi pengetahuan dan wawasan bagi siapa yang ingin menggali akan keberadaan batik di suatu daerah.

Suasana aktivitas pengrajin batik di Beji Seliling Alian Kebumen Jawa Tengah

Desa Seliling sendiri termasuk salah satu Desa yang dikenal sebagai pusat Batik Tulis khas Kebumen, selain Jemur, dan Tanuraksan. Pusat pengrajin Batik Tulis dari Seliling ada di pedukuhan Beji dan di Pedukuhan Pegandulan.

Jika ini dikelola dengan baik, mungkin bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan ajang tujuan wisata yang bernilai budaya, sejarah, sekaligus edukasi untuk generasi-generasi penerus.

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *